Trik Menjadi Orang Tua Multi-Tasking


Apa Itu Orang Tua Multi-Tasking?
  • Di jaman ekonomi yang semakin kompetitif ini, orang tua mau tidak mau harus lebih berusaha keras menjaga kestabilan ekonomi keluarga sehingga peran pencari nafkah tidak lagi didominasi Ayah semata.
  • Karena itu, akhirnya Ibu yang seharusnya menjadi manajer domestik di rumah terpaksa harus membantu Ayah menguatkan tiang ekonomi keluarga.
  • Peran ortu akhirnya menjadi Multitasking alias banyak fungsi. Di satu sisi mencari nafkah, di satu tetap melakukan pengasuhan anak.
  • Ini menjadi tantangan karena ada elemen-elemen pengasuhan anak yang tidak lagi ideal, yaitu: WAKTU, KOMUNIKASI dan PERHATIAN.
  • Kurangnya WAKTU yang berkualitas mengurangi PELUANG memberikan PERHATIAN yang cukup serta KOMUNIKASI yang efektif dengan anak.
  • Kurangnya PERHATIAN membuat anak merasa TIDAK AMAN dan TIDAK DIDUKUNG. Anak jadi FRUSTASI dan bertingkah buruk.
  • Kurangnya KOMUNIKASI yg efektif meniadakan indikasi CINTA anda pd anak. Anak akan lari dari Anda dg KETIDAKPERCAYAAN.
  • Tujuan seminar ini adalah memberikan alternatif pemikiran bagaimana menyiasati situasi yang sangat umum di masyarakat ini.

 

Trik Menjadi Orang Tua Multi-Tasking

 

  • Pola asuh Ayah, Ibu, caregiver yg lain (misal: kakek-nenek, pembantu dll) HARUS ada kesepakatan agar tdk diadu domba anak.
  • Bila anak ditinggal dlm waktu lama setiap hari, buat daftar Do’s & Dont’s utk caregivernya agar pola asuhnya terjaga.
  • Kenali karakter anak, like & dislike-nya. Jelaskan pd caregiver agar responsnya sejalan dg pola asuh Anda.
  • Kenali karakter caregiver Anda. Latih ia agar menyesuaikan respons alamiah karakternya dg karakter anak.
  • Tinggalkkan nomor penting atau kontak darurat pd caregiver agar cepat menghubungi Anda dlm situasi yg tdk bisa ia kontrol.
  • Ajak caregiver Anda ikut parenting seminar atau workshop agar lebih terlatih menghadapi anak.
  • Jangan asal menyibukkan anak dg macam2 les gara2 Anda sibuk. Kurang waktu bermain juga memicu frustasi dan kenakalan.
  • Pilih kegiatan luar sekolah yg anak sukai agar ia kembangkan kecerdasan lainnya, bukan asal sibuk.
  • Bila anak sdh cukup bertanggungjawab, boleh dibekali HP utk komunikasi. Tapi bukan gadget yg tdk jelas fungsinya.
  • Berusahalah berkomunikasi dg anak sesibuk apapun Anda. Just say HI sdh cukup. Tanyakan perasaannya saat itu.
  • Intensitas komunikasi termasuk bila Anda keluar kota atau bahkan ke luar negeri. Maksimalkan teknologi mendekatkan Anda.
  • Sesibuknya Anda, pulanglah pada waktunya dan berikan hak anak utk WAKTU-nya bersama Anda. Bukan SISIH-kan. BERIKAN.
  • Quality Time bukan Paralel Time. Jangan sibuk dg diri sendiri saat bersama anak. Berikan 1000%.
  • Gunakan momen2 kecil di rumah utk bersama dg anak menjalin kebersamaan dan pengertian. Misal : menata tempat tidur bersama.
  • Peluk anak Anda sesering mungkin ketika Anda bertemu dan bersama. Pelukan menumbuhkan rasa aman pada anak terutama balita.

 

Penutup

Prioritaskan anak. Ia takkan terus kecil. Suatu saat ia menjadi besar dan meninggalkan kita. Manusiakan anak kita selagi masih sempat. Pastikan ia menjadi manusia yang sukses seutuhnya.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s